Berani Bertanggung Jawab
Galatia 6:4-5 “Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.”
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen
Selamat pagi, selamat hari Sabtu. Ketika ada pekerjaan yang gagal atau kesalahan yang terjadi, naluri kita sering kali mencari siapa yang bisa disalahkan. Renungan hari ini mengajak kita belajar bertanggung jawab atas bagian kita, berdasarkan Galatia 6:4-5 dan Lukas 16:10.
Pendalaman Alkitab
Galatia 6:4-5 mengingatkan agar setiap orang menguji pekerjaannya sendiri, sebab setiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. Lukas 16:10 mencatat perkataan Yesus bahwa orang yang setia dalam perkara kecil, setia juga dalam perkara besar. Tanggung jawab dimulai dari hal-hal yang tampak sepele.
Isi Renungan
Sejak taman Eden, manusia punya kecenderungan melempar kesalahan. Adam menunjuk Hawa, Hawa menunjuk ular. Kita pun sering berkata, “Itu bukan tugas saya,” atau “Dia yang salah.”
Bertanggung jawab bukan berarti tidak pernah salah. Orang yang bertanggung jawab berani berkata, “Ini bagian saya, saya yang akan membereskannya.” Sikap itu membuat tim percaya dan membuat masalah lebih cepat selesai.
Tuhan mempercayakan banyak hal kepada kita: tugas, keluarga, waktu, dan pelayanan. Kesetiaan pada hal kecil adalah latihan untuk dipercaya pada hal yang lebih besar.
Aplikasi Sehari-hari
- Selesaikan satu tugas yang selama ini tertunda, tanpa menunggu diingatkan.
- Bila ada kesalahan yang menjadi bagian Anda, akui dengan jujur dan perbaiki.
- Hindari kalimat “itu bukan urusan saya” ketika sebenarnya Anda mampu membantu.
Doa
Tuhan, ajar aku setia pada tugas yang Kau percayakan, sekecil apa pun. Beri aku keberanian mengakui kesalahan dan memperbaikinya, tanpa menyalahkan orang lain. Jadikan aku pribadi yang dapat diandalkan demi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus, amin.

