Renungan Pagi, 22 Oktober 2026: Dipanggil oleh Kuasa-Nya yang Mulia

Setiap Hari adalah Kesempatan baru dari Tuhan

Spread the love

Dipanggil oleh Kuasa-Nya yang Mulia

2 Petrus 1:3-4 “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”

Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen

Selamat pagi, selamat hari Kamis. Pernahkah Anda merasa bahwa hidup ini hanya berputar pada rutinitas yang sama, bekerja, mengurus keluarga, menyelesaikan kewajiban, lalu mengulangnya lagi besok? Di tengah kesibukan itu, kadang muncul pertanyaan diam-diam: apakah hidup saya punya arti? Renungan seri ini mengajak kita menyadari bahwa kita bukan kebetulan. Kita dipanggil dan dipilih Allah. Seri ini bersumber dari 2 Petrus 1:3-11, dan hari ini kita mulai dari ayat 3-4.

Pendalaman Alkitab

2 Petrus 1:3-4 menyatakan bahwa kuasa ilahi Allah telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang kita perlukan untuk hidup yang saleh, melalui pengenalan akan Dia yang memanggil kita oleh kemuliaan dan kebaikan-Nya. Melalui itu, Allah juga memberikan janji-janji yang berharga dan sangat besar, supaya kita boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari kebinasaan yang ditimbulkan oleh hawa nafsu dunia. Perhatikan urutannya: Allah yang memanggil lebih dahulu, dan Ia pula yang melengkapi.

Isi Renungan

Panggilan Allah tidak dimulai dari kehebatan kita. Petrus menulis kepada orang-orang biasa yang hidup di tengah tekanan dan ketidakpastian, dan ia mengingatkan bahwa Allah sudah lebih dulu memberi segala yang dibutuhkan. Kita tidak diminta memulai dari nol dengan tenaga sendiri.

Ini adalah kabar baik bagi setiap kita. Bagi petani yang merasa pekerjaannya sederhana, bagi pedagang yang merasa hidupnya hanya soal untung rugi, bagi ibu yang merasa dunianya hanya sebatas rumah, bagi guru, polisi, prajurit, dan pekerja di mana pun, Allah memanggil dengan nama. Panggilan-Nya tidak bergantung pada pangkat, pendidikan, atau seberapa terlihat pekerjaan kita.

Dan Allah yang memanggil bukan Allah yang membiarkan. Ia memberi kuasa, janji, dan pengenalan akan diri-Nya supaya kita sanggup berjalan setia. Ketika merasa tidak cukup, kita bisa kembali pada satu kebenaran: yang memanggil kita adalah yang menyanggupkan kita.

Aplikasi Sehari-hari

Ucapkan syukur secara pribadi bahwa Allah telah memanggil Anda dengan nama, bukan karena kebetulan.
Tuliskan satu hal yang selama ini Anda rasa kurang, lalu serahkan kepada Tuhan sebagai bagian yang Ia janjikan untuk dicukupkan.
Sapa seseorang yang sedang merasa tidak berarti, dan ingatkan bahwa Tuhan mengenalnya.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memanggil aku dengan nama-Mu yang penuh kuasa dan kasih. Ampuni aku bila selama ini aku merasa hidupku tidak berarti. Ajar aku untuk percaya bahwa Engkau yang memanggil juga akan melengkapi. Tolong aku mengenal-Mu lebih dalam setiap hari. Dalam nama Yesus, amin.

Ribuan-Jemaat-Padati-Ibadah-Raya- Paskah-PWGSU-2026- Seruan-Hidup-Baru-Menggema-Generasi-Muda-Bangkit
Ribuan Jemaat Padati Ibadah Raya Paskah PWGSU 2026: Seruan Hidup Baru Menggema, Generasi Muda Bangkit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *