Cerita Pelayanan di Satu Meja: Dari Bertukar Pikiran, Lahir Gagasan

Cerita Pelayanan di Satu Meja: Dari Bertukar Pikiran, Lahir Gagasan
Cerita Pelayanan di Satu Meja: Dari Bertukar Pikiran, Lahir Gagasan
Spread the love

Pematangsiantar, 11 April 2026 — Sejumlah pendeta dari berbagai latar pelayanan berkumpul dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Samahita. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk bertukar pikiran mengenai arah pelayanan gereja, khususnya dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas bidang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Pdt. Rolandi Situmorang, Pdt. Dendy Vando Sidauruk, Pdt. Agnes Sidauruk, Pdt. Rim Phasa Sumbayak, serta Pdt. Boy F. Tampubolon.

Diskusi berlangsung hangat dan dinamis, mencerminkan kedalaman pemikiran serta pengalaman pelayanan masing-masing. Berbagai gagasan mengemuka, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan jemaat, penguatan pendekatan pastoral, hingga pentingnya membangun jejaring oikumene yang sehat di tengah keberagaman.

Dalam pertukaran pemikiran tersebut, Pdt. Rim Phasa Sumbayak menekankan urgensi kerja sama lintas pelayanan sebagai bagian dari kesaksian iman di tengah masyarakat. Sementara itu, Pdt. Dendy Vando Sidauruk menyoroti aspek praktis pelayanan, khususnya strategi penggembalaan yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan jemaat masa kini.

Pdt. Agnes Sidauruk turut memperkaya diskusi melalui penekanan pada pelayanan berbasis keluarga dan pembinaan iman jemaat, termasuk pelayanan anak dan pengajaran firman yang aplikatif. Di sisi lain, Pdt. Rolandi Situmorang menghadirkan perspektif oikumene dan akademis, dengan menyoroti pentingnya kolaborasi lintas latar serta pengembangan pelayanan berbasis misi dan pendidikan gerejawi.

Pertemuan ini mencerminkan semangat kebersamaan para pelayan Tuhan dalam merespons tantangan pelayanan yang semakin kompleks. Dengan latar belakang yang beragam, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat demi pelayanan yang relevan dan berdampak.

Suasana yang penuh keakraban dan persaudaraan semakin menegaskan bahwa melalui bertukar pikiran dalam kesederhanaan, lahir kekuatan baru untuk menghadirkan pelayanan yang adaptif, kontekstual, dan menyentuh kehidupan masyarakat secara luas.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *