Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen
Tema: Jangan Tinggi Hati di Masa Berkelimpahan
Ayat Renungan
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1)
Dalam hidup, setiap orang pasti mengalami perubahan.
Ada masa di bawah, ada masa di atas.
Saat ini mungkin kita berada di posisi yang baik:
- Fasilitas tersedia
- Jabatan ada
- Pangkat meningkat
- Hidup terasa lebih mudah
Namun firman Tuhan mengingatkan: semua itu ada masanya.
Pendalaman Alkitab
Dalam Pengkhotbah 3:1,
Tuhan menegaskan bahwa hidup ini tidak tetap.
Artinya:
- Keadaan bisa berubah
- Posisi bisa berganti
- Situasi tidak selamanya sama
Selain itu, dalam Amsal 16:18:
“Kecongkakan mendahului kehancuran…”
Ini mengingatkan bahwa:
- Kesombongan membawa kejatuhan
- Tinggi hati menghancurkan hidup
Dan juga dalam Mikha 6:8:
“Hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.”
Artinya: yang Tuhan kehendaki bukan sekadar keberhasilan, tetapi kerendahan hati.
Isi Renungan
Memiliki fasilitas, jabatan, dan kemudahan bukanlah hal yang salah.
Semua itu adalah berkat dari Tuhan.
Namun jika tidak disertai kerendahan hati,
semua itu tidak membawa faedah.
Orang yang tinggi hati:
- Mudah meremehkan orang lain
- Lupa diri
- Mengandalkan kekuatan sendiri
Sebaliknya, orang yang rendah hati:
- Tetap bersyukur
- Menghargai sesama
- Mengandalkan Tuhan
Yang membuat hidup berarti bukan posisi,
tetapi sikap hati.
Aplikasi dalam Kehidupan
Di masa berkelimpahan:
- Tetap rendah hati
- Jangan menyombongkan diri
- Gunakan posisi untuk melayani
- Ingat bahwa semua berasal dari Tuhan
- Persiapkan diri saat keadaan berubah
Kerendahan hati menjaga kita tetap kuat dalam segala keadaan.
Semua ada masanya. Tidak ada yang kekal di dunia ini.
Tetaplah rendah hati, karena itulah yang berkenan di hadapan Tuhan.
Doa
Tuhan, Engkau yang memberi segala sesuatu dalam hidupku.
Jauhkan aku dari kesombongan.
Ajarku untuk tetap rendah hati dalam segala keadaan.
Biarlah hidupku berkenan di hadapan-Mu.
Amin.


