Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen
Keesaan Tubuh Kristus yang Mengalami Shalom Allah Bersama Ciptaan-Nya
Ayat Renungan
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi…” (Yesaya 42:10)
Bapak/Ibu, Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan,
Melalui perayaan Minggu Trinitatis, kita diingatkan bahwa Allah Tritunggal hidup dalam kesatuan yang sempurna. Kesatuan kasih Bapa menjadi teladan bagi kehidupan orang percaya dalam membangun persekutuan, persaudaraan, dan damai sejahtera bersama seluruh ciptaan Tuhan.
Namun realitas kehidupan saat ini menunjukkan hal yang berbeda.
Dalam kehidupan keluarga, kadang terjadi kesalahpahaman antara suami dan istri, orang tua dan anak, bahkan antar saudara.
Lingkungan kerja, terdapat persaingan, tekanan, dan perlakuan yang tidak selalu adil.
Sementara itu, masyarakat sering diwarnai oleh perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan sering kali menimbulkan jarak dan konflik.
Bahkan di dalam gereja, yang seharusnya menjadi tempat persekutuan kasih, masih ditemukan perbedaan pendapat, iri hati, persaingan pelayanan, dan kurangnya kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, alam ciptaan Tuhan juga menghadapi berbagai persoalan. Kerusakan lingkungan, pencemaran, dan eksploitasi alam terus terjadi. Padahal manusia dipanggil bukan hanya untuk menikmati ciptaan Tuhan, tetapi juga memeliharanya.
Melalui Yesaya 42:10, Allah mengajak seluruh ciptaan memuji dan memuliakan-Nya. Dengan demikian, Allah menghadirkan shalom-Nya bagi manusia dan seluruh ciptaan.
Pendalaman Alkitab
Dalam Yesaya 42, nabi Yesaya menyampaikan kabar pengharapan tentang karya Allah yang membawa pembaruan bagi umat-Nya.
Pada ayat 10, seluruh bumi diajak menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan.
Yang diajak memuji Tuhan bukan hanya manusia, melainkan:
- Laut dan segala isinya
- Pulau-pulau dan penduduknya
- Padang gurun dan kota-kotanya
- Seluruh ciptaan Tuhan
Ini menunjukkan bahwa Allah mengasihi seluruh ciptaan-Nya.
Shalom Allah mencakup:
- Hubungan manusia dengan Allah
- Hubungan manusia dengan sesama
- Hubungan manusia dengan seluruh ciptaan
Dalam 1 Korintus 12:12 Rasul Paulus berkata:
“Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak…”
Tubuh Kristus terdiri dari berbagai anggota dengan beragam latar belakang, karunia, usia, dan tugas pelayanan. Kristus mempersatukan semuanya dalam satu iman dan satu tujuan.
Sebagaimana Allah Tritunggal hidup dalam kesatuan yang sempurna, demikian pula gereja dipanggil untuk hidup dalam keesaan dan kasih.
Isi Renungan
Keesaan tubuh Kristus bukan berarti semua orang harus sama.
Tuhan menciptakan keberagaman sebagai kekayaan dalam persekutuan.
Ada yang melayani melalui:
- Pengajaran
- Musik dan pujian
- Diakonia
- Kepemimpinan
- Kesaksian hidup
- Doa dan penguatan bagi sesama
Semua memiliki peran yang penting.
Namun sering kali manusia lebih mudah melihat perbedaan daripada persamaan.
Lebih mudah mengkritik daripada membangun.
Tidak jarang manusia lebih senang menuntut daripada memahami.
Bahkan ada kecenderungan membentuk kelompok daripada memperkuat persaudaraan.
Akibatnya, kesatuan terganggu dan damai sejahtera menjadi hilang.
Ketika tubuh Kristus hidup dalam kasih dan saling menopang, seluruh jemaat dapat merasakan shalom Allah bersama-sama.
Shalom itu terlihat ketika:
- Keluarga hidup dalam kasih
- Jemaat saling mendukung
- Pelayan bekerja sama
- Masyarakat hidup berdampingan
- Umat Tuhan memelihara lingkungan dengan penuh tanggung jawab.
Aplikasi dalam Kehidupan
Sebagai bagian dari tubuh Kristus, marilah kita:
- Menjadi pembawa damai dalam keluarga
- Menjaga persatuan dalam gereja
- Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan
- Menghindari gosip dan perpecahan
- Menguatkan sesama yang sedang bergumul
- Merawat lingkungan sebagai ciptaan Allah
Shalom Allah dimulai dari hati yang dipenuhi kasih Kristus.
Doa
Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kami bersyukur atas kasih dan persekutuan yang sempurna dalam diri-Mu.
Ajarlah kami hidup dalam kesatuan sebagai tubuh Kristus. Jauhkan kami dari iri hati, perpecahan, dan sikap mementingkan diri sendiri.
Mampukan kami menghadirkan shalom-Mu di dalam keluarga, gereja, masyarakat, dan seluruh ciptaan-Mu.
Biarlah kehidupan kami menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.


