Kisah Para Rasul 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”
Karena merasa bersalah dan tidak pantas lagi berhubungan dengan teman-teman yang ia khianati, Dadu (bukan nama sebenarnya) memutuskan untuk pergi dari lingkungan tempat ia lahir dan dibesarkan. Ia memutuskan untuk pergi merantau ke daerah lain dan berjanji tidak akan kembali lagi. Hal seperti ini menjadi bentuk penghukuman buat diri sendiri. Ada sabotase diri, dimana seseorang secara tidak sadar merusak peluang untuk berhasil karena merasa tidak pantas. Jika hal ini dibiarkan, maka akan membawa orang tersebut pada kehancuran diri dan penyesalan tiada henti. Ia butuh pemulihan, pengampunan. Untuk mendapatkan itu, apa yang kemudian harus dia lakukan?
Roh Kudus telah dicurahkan kepada para Murid pada hari Pentakosta. Para murid menerima janji Tuhan yang mengatakan bahwa, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, … menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dan Petrus menggunakan kuasa itu untuk menyampaikan kotbah kepada banyak orang Yahudi yang datang ke Yerusalem. Petrus menceritakan kembali kepada mereka tentang Yesus, tentang kehidupan dan pengajaran-Nya, tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Intinya Petrus menyampaikan “bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus”. disinilah kemudian bangsa itu menjadi terharu dan bertanya kepada Petrus, apa yang harus kami lakukan? Mereka merasa bersalah karena mendesak agar Yesus disalibkan. Petrus menjawab: Bertobatlah. Pertobatan bukan sekadar merasa bersalah atau menangis karena menyesal. Kata Yunani Metanoeo berarti “perubahan pikiran” atau arah hidup. Melalui pertobatan, mereka diajak untuk memberi diri dibaptis, artinya percaya kepada Kristus. Dari situlah mereka mendapatkan pengampunan, dibenarkan, dan dilayakkan untuk menerima kuasa dari Kristus.
Sahabatku, Seringkali kita merasa jauh dari Tuhan karena beban dosa atau kegagalan masa lalu. Namun, Kisah Para Rasul 2:38 mengingatkan kita bahwa pintu pemulihan selalu terbuka melalui tiga tahap sederhana namun mendalam: Berbalik (Pertobatan), Dibersihkan (Pengampunan), dan Dipenuhi (Roh Kudus).
DOA: Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak pernah membiarkan kami berjalan sendirian. Biarlah hidup kami hari ini menjadi cerminan dari pengampunan dan kasih-Mu yang nyata.
Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si., M.Hum



