Renungan Pagi – Selasa, 14 April 2026
“Setia di Tengah Pergumulan”
Bacaan Utama:
Galatia 6:9
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Kiranya Damai Sejahtera dari Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami FirmanNya.
Pagi ini kita merenungkan sebuah perjumpaan yang menguatkan iman: bertemu dengan seorang calon doktor teologi yang sedang berjuang menempuh studi di negeri orang, di Korea Selatan. Di balik panggilan akademiknya, tersimpan pergumulan yang tidak ringan—biaya studi, persoalan visa, keterbatasan dukungan, serta tanggung jawab sebagai suami dari seorang pendeta dan ayah bagi dua anak yang masih kecil.
Ia berjalan seakan sendiri, tanpa banyak dukungan. Namun di situlah terlihat kekuatan sejati: kesetiaan dalam panggilan, meski dalam kesulitan.
Firman Tuhan mengingatkan:
Mazmur 37:5
“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
Kisah ini menjadi cermin bagi kita: bahwa panggilan Tuhan tidak selalu berjalan di jalan yang mudah. Ada harga yang harus dibayar, ada air mata yang harus ditanggung, bahkan ada kesendirian yang harus dilalui. Namun Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang setia.
Kesetiaan bukan diukur saat segala sesuatu berjalan lancar, tetapi justru saat kita tetap bertahan dan percaya di tengah tekanan.
Pagi ini Tuhan mengingatkan:
jangan menyerah dalam panggilanmu, sekalipun tidak semua orang mengerti perjuanganmu. Tetaplah semangat, Tuhan mengasihimu saudaraku.
Doa:
Tuhan yang setia, terima kasih untuk setiap panggilan yang Engkau percayakan dalam hidup kami. Kuatkan kami untuk tetap setia, meskipun harus berjalan dalam kesulitan. Berkati setiap hamba-Mu yang sedang berjuang dalam studi, pelayanan, dan keluarga. Jadikan kami juga alat-Mu untuk menguatkan sesama. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.


