Ketum GEKIRA-Nikson Silalahi: Serukan Umat Kristiani Jaga Persatuan, Respons Bijak Pernyataan Jusuf Kalla

Ketua Umum PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya, Nikson Silalahi, menyampaikan tanggapan sekaligus pesan kepada umat Kristiani se-Indonesia

Nikson Silalahi-Ketum GEKIRA: Serukan Umat Kristiani Jaga Persatuan, Respons Bijak Pernyataan Jusuf Kalla
Nikson Silalahi-Ketum GEKIRA: Serukan Umat Kristiani Jaga Persatuan, Respons Bijak Pernyataan Jusuf Kalla
Spread the love

satucahayanusantara.com | Jakarta, 13 April 2026 — Ketua Umum PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya, Nikson Silalahi, menyampaikan tanggapan sekaligus pesan kepada umat Kristiani se-Indonesia terkait pernyataan yang disampaikan oleh Jusuf Kalla.

Dalam pernyataannya, Nikson menekankan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan semangat kebangsaan di tengah dinamika perbedaan pandangan yang berkembang di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa persatuan nasional merupakan fondasi utama yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan sesaat.

“Persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia adalah harga yang sangat mahal. Jangan sampai kita terprovokasi oleh hal-hal yang justru berpotensi memecah belah. Umat Kristiani harus menjadi bagian dari solusi, bukan memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nikson juga mengajak seluruh elemen umat untuk terus mendukung jalannya pemerintahan yang sah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui sikap aktif dalam memelihara keharmonisan sosial serta memperkuat persatuan bangsa.

“Kita mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dengan cara menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan nasional. Ini adalah tanggung jawab bersama sebagai warga negara dan sebagai orang beriman,” lanjutnya.

Baca juga: https://satucahayanusantara.com/2026/04/13/perayaan-paskah-oikumene-kota-dumai-2026/

Menanggapi polemik yang berkembang, Nikson juga menyampaikan pendekatan yang lebih bijak dan berlandaskan nilai kekeluargaan. Ia menilai bahwa langkah hukum bukanlah pilihan utama dalam merespons pernyataan tersebut.

“Tidak perlu membawa persoalan ini ke ranah hukum. Pak JK adalah orang tua kita bersama, tokoh bangsa yang harus kita hormati. Yang perlu kita kedepankan adalah dialog yang sehat dan membangun,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi penegasan sikap Gekira yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang berkembang.

https://drive.google.com/file/d/1-C0jKjDy3_2RcPTzfyglWkpFc294gV2A/view?usp=sharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *