Hasil Sinode AM GPKB XVII 2026 di Medan menetapkan Pdt. Marihot Siahaan sebagai Ephorus dan Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang sebagai Sekjen GPKB periode 2026–2031.

Hasil-Sinode-AM-GPKB-XVII-2026-di-Medan-menetapkan-Pdt-Marihot-Siahaan-sebagai-Ephorus-dan-Pdt-Frans-Ongirwalu-Sitohang-sebagai-Sekjen-GPKB-periode-2026-2031
Hasil Sinode AM GPKB XVII 2026 di Medan menetapkan Pdt. Marihot Siahaan sebagai Ephorus dan Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang sebagai Sekjen GPKB periode 2026–2031.
Spread the love

satucahayanusantara.com | Medan, 12 April 2026 — Sidang Sinode Am GPKB XVII yang berlangsung pada 10–12 April 2026 di Hotel Pardede Internasional menetapkan kepemimpinan baru Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB) untuk periode pelayanan 2026–2031.

Dalam keputusan yang dihasilkan melalui mekanisme persidangan sinode, Pdt. Marihot Siahaan resmi terpilih sebagai Ephorus GPKB, sementara Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) GPKB. Penetapan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian agenda sinode yang diikuti oleh para pendeta, utusan jemaat, serta pimpinan gereja dari berbagai wilayah pelayanan.

Pelaksanaan sinode berlangsung dalam suasana yang penuh kebersamaan, doa, serta semangat persatuan. Dinamika persidangan mencerminkan komitmen bersama seluruh peserta untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan pelayanan gereja di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

Terpilihnya kepemimpinan baru ini menjadi titik strategis bagi GPKB dalam menentukan arah kebijakan dan penguatan organisasi gereja ke depan. Sebagai Ephorus, Pdt. Marihot Siahaan akan memegang tanggung jawab utama dalam memimpin dan mengarahkan seluruh kebijakan serta pelayanan gereja secara menyeluruh. Sementara itu, Pdt. Frans Ongirwalu Sitohang sebagai Sekjen akan menjalankan fungsi koordinasi organisasi, pengelolaan administrasi, serta memastikan implementasi keputusan-keputusan sinode berjalan secara efektif di seluruh lini pelayanan.

Momentum Sinode Am GPKB XVII tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh warga gereja untuk meneguhkan kembali panggilan pelayanan. Harapan besar tertuju pada kepemimpinan yang baru agar mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kualitas pelayanan berbasis jemaat, serta membangun sinergi yang lebih luas antar wilayah dan lintas pelayanan.

Dengan semangat pembaruan dan persatuan yang terbangun dalam persidangan, GPKB diharapkan semakin hadir sebagai gereja yang relevan, kontekstual, dan berdampak nyata di tengah kehidupan masyarakat. Kepemimpinan yang baru ini menjadi awal dari langkah bersama dalam melanjutkan pelayanan yang setia kepada Tuhan dan membawa kesaksian yang hidup bagi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *