Me Time Boleh, Asal Jangan Lupa Waktu untuk Sesama
Markus 12:31 “Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.””
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen
Selamat pagi, selamat akhir pekan. Setelah sepekan penuh kesibukan, wajar rasanya ingin memiliki waktu untuk diri sendiri, beristirahat, memulihkan energi, dan menikmati me time tanpa gangguan. Tapi di tengah kebutuhan akan waktu pribadi itu, penting juga untuk tidak lupa bahwa ada sesama di sekitar yang mungkin membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Renungan hari ini mengajak untuk merenungkan Markus 12:31, tentang bagaimana mengasihi diri sendiri dan sesama sebenarnya berjalan beriringan, bukan dua hal yang saling meniadakan satu sama lain.
Pendalaman Alkitab
Markus 12:31 menuliskan perkataan Yesus, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada ini. Ayat ini menjadi bagian dari jawaban Yesus atas pertanyaan hukum yang terutama, dan menariknya, perintah mengasihi sesama ini dibingkai dengan frasa “seperti dirimu sendiri”, bukan menggantikan atau meniadakan kasih terhadap diri sendiri.
Frasa ini menunjukkan bahwa mengasihi diri sendiri sebenarnya adalah standar atau ukuran yang dipakai untuk mengasihi sesama, bukan sesuatu yang bertentangan dengannya. Yesus tidak menyuruh untuk mengabaikan diri sendiri demi sesama, atau sebaliknya mengabaikan sesama demi diri sendiri. Kedua kasih ini dirancang untuk berjalan bersama, saling melengkapi dalam kehidupan yang sehat dan seimbang.
baca juga Renungan Pagi, 21 Agustus 2026: Lelah Boleh, Berhenti Berbuat Baik Jangan
Isi Renungan
Belakangan ini, self-care dan me time menjadi topik yang semakin banyak dibicarakan, dan itu penting, karena banyak orang memang perlu belajar untuk tidak mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri demi terus memenuhi ekspektasi orang lain. Namun ada risiko ketika me time dijadikan alasan untuk menutup diri sepenuhnya dari kepedulian terhadap sesama, seolah waktu istirahat berarti bebas dari tanggung jawab sosial sama sekali.
Markus 12:31 mengingatkan bahwa mengasihi diri sendiri dan mengasihi sesama bukan dua hal yang bertentangan, melainkan seharusnya berjalan seimbang. Menikmati waktu untuk diri sendiri itu sah dan perlu, tapi bukan berarti melupakan sepenuhnya kepedulian terhadap orang-orang di sekitar yang mungkin sedang membutuhkan perhatian, entah lewat sapaan sederhana, bantuan kecil, atau sekadar kehadiran yang tulus.
Menyeimbangkan self-care dengan kepedulian sosial bukan soal membagi waktu secara kaku antara diri sendiri dan orang lain, tapi soal menjaga hati agar tetap peka terhadap sesama, bahkan di tengah waktu istirahat sekalipun. Me time yang sehat justru bisa menjadi sumber energi baru untuk kembali mengasihi sesama dengan lebih tulus, bukan menjadi alasan untuk terus-menerus menjauh dari kepedulian sosial.
baca juga: Renungan Pagi, 20 Agustus 2026: Marah Boleh, Dikuasai Amarah Jangan
Aplikasi Sehari-hari
- Nikmati waktu istirahat hari ini tanpa rasa bersalah, sambil tetap terbuka jika ada kesempatan untuk membantu atau memperhatikan orang lain di sekitar.
- Sisipkan satu tindakan kecil peduli kepada sesama di tengah waktu me time, seperti menyapa tetangga atau menghubungi teman yang sudah lama tidak berkabar.
- Refleksikan apakah selama ini me time sudah dijalani dengan seimbang, atau justru membuat diri semakin menjauh dari kepedulian terhadap orang lain.
Doa
Tuhan, terima kasih untuk waktu istirahat yang bisa aku nikmati hari ini. Ajar aku untuk menjaga keseimbangan antara mengasihi diriku sendiri dan tetap peduli kepada sesama di sekitarku. Jangan biarkan waktu untuk diriku sendiri membuatku menjadi tertutup dan lupa akan kebutuhan orang lain. Tolong aku mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri, seimbang dan penuh ketulusan. Dalam nama Yesus, amin.






