satucahayanusantara.com | Simalungun, 26 Agustus 2026. Sejumlah tokoh Simalungun bertemu dan berdiskusi mengenai berbagai potensi pengembangan daerah, dalam pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan bersama Oppung dr. Sarmedi Purba, SpOG. Pertemuan ini digagas atas kerinduan bersama untuk melihat Kabupaten Simalungun semakin maju dan sejahtera.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pdt. Rolandi H. Situmorang, James Purba, St. Henra Saragih, S.H., M.Kn., St. Ir. Johannes Saragih, MBA, dr. Sarmedi Purba, SpOG, dan Dr. Henry Sitio.
Pembicaraan berfokus pada tiga bidang utama: pendidikan, kesehatan, dan investasi. Ketiganya dinilai saling terkait dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka lapangan kerja, serta membangun kemandirian ekonomi masyarakat Simalungun.
Dalam kesempatan itu, St. Henra Saragih, S.H., M.Kn., yang menjabat Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, memaparkan sejumlah peluang program kerja pemerintah yang dapat dijajaki untuk mendukung kemajuan masyarakat Simalungun.
Salah satu yang mengemuka adalah penguatan kelembagaan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Koperasi dipandang bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengelola potensi pertanian, peternakan, pariwisata, kerajinan, dan produk unggulan lokal secara bersama, profesional, dan berkelanjutan. Digitalisasi koperasi turut menjadi perhatian, agar pelaku usaha desa mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman memperbaiki tata kelola, memperluas akses pasar, memperkuat transparansi, sekaligus mempertemukan produk lokal Simalungun dengan konsumen dan calon investor dari berbagai daerah.
Di bidang pendidikan, pengembangan SDM diarahkan pada peningkatan keterampilan generasi muda, pelatihan kewirausahaan, literasi digital, serta kemampuan mengelola potensi daerah. Sementara di bidang kesehatan, diperlukan kerja sama untuk memperluas edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mendukung layanan kesehatan yang menjangkau hingga wilayah perdesaan.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya investasi yang sehat dan berpihak pada masyarakat investasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, melibatkan tenaga lokal, meningkatkan keterampilan warga, serta menjaga nilai budaya dan kelestarian lingkungan Simalungun.
Berbagai gagasan yang mengemuka masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Langkah berikutnya adalah memetakan kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi potensi tiap desa, memperkuat kelembagaan, serta membangun komunikasi lintas pihak pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kemajuan Simalungun disadari tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh unsur masyarakat: tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, akademisi, tenaga profesional, pelaku usaha, hingga generasi muda.
Dengan semangat marsiamin-aminan, marsiamin-amot, pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebatas percakapan, melainkan berlanjut menjadi gagasan terencana dan program nyata. Dari pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang membaik, koperasi yang kuat, dan investasi yang bertanggung jawab, diharapkan lahir sumber daya manusia unggul dan desa-desa yang mandiri — wujud nyata dari langkah bersama membawa Simalungun menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
Pewarta dan Foto: Pdt. Dr. Rolandi H. Situmorang – Kepala Departemen Persekutuan GKPS









