Kampung Moderasi Jadi Jawaban atas Penantian Panjang Gereja-Gereja di Purwakarta

Pertemuan bersama Menteri Agama RI

Kampung-Moderasi-Jadi-Jawaban-atas-Penantian-Panjang-Gereja-Gereja-di-Purwakarta
Kampung Moderasi Jadi Jawaban atas Penantian Panjang Gereja-Gereja di Purwakarta
Spread the love

 

satucahayanusantara.com | Purwakarta, 13 Mei 2026 — Setelah puluhan tahun hidup dalam pergumulan, berpindah-pindah tempat ibadah, menghadapi penolakan, tekanan sosial, hingga hambatan perizinan, gereja-gereja di Purwakarta akhirnya menerima secercah harapan baru. Pertemuan bersama Kementerian Agama RI menjadi momentum penting yang menghadirkan angin segar bagi HKI Purwakarta, GKPB Surya Pengharapan, dan GBKP Purwakarta dalam perjuangan panjang memperoleh jaminan beribadah yang layak dan aman.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, tokoh lintas agama, serta perwakilan gereja-gereja yang selama ini mengalami hambatan perizinan rumah ibadah.

Dalam dialog tersebut, muncul kabar yang disambut penuh sukacita: rencana pembangunan “Kampung Moderasi” di wilayah Cikopak, Purwakarta, di atas lahan kurang lebih empat hektare. Kawasan ini direncanakan menjadi ruang bersama yang menghadirkan fasilitas rumah-rumah ibadah, termasuk gereja, sebagai simbol nyata toleransi, keadilan, dan moderasi beragama di Purwakarta.

Program tersebut disebut akan direalisasikan melalui dukungan Pemerintah Daerah Purwakarta bersama Kementerian Agama dan saat ini tengah menunggu proses penganggaran APBD. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, turut disebut mendukung percepatan program tersebut. Gugun Gumilar juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mengingatkan pemerintah daerah agar pembangunan Kampung Moderasi segera terealisasi, sekaligus terus mendampingi gereja-gereja yang selama ini hidup dalam keterbatasan tempat ibadah.

Kampung Moderasi Jadi Jawaban atas Penantian Panjang Gereja-Gereja di Purwakarta
Kampung Moderasi Jadi Jawaban atas Penantian Panjang Gereja-Gereja di Purwakarta

Sebelumnya, pada Rabu, 15 April, perwakilan tiga gereja Purwakarta: HKI Purwakarta, GKPB Surya Pengharapan, dan GBKP Purwakarta juga telah bertemu dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas surat yang disampaikan tim advokasi hukum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pergumulan gereja-gereja di Purwakarta. Pada awalnya, Gubernur Jawa Barat direncanakan hadir langsung dalam pertemuan tersebut, namun karena tugas kedinasan lain, pertemuan akhirnya diwakili oleh pihak Kesbangpol Jawa Barat.

Bagi banyak jemaat, terutama HKI Purwakarta, kabar ini menjadi jawaban atas penantian panjang yang penuh air mata dan perjuangan. HKI Purwakarta sendiri telah berdiri sejak tahun 1985 dan ditetapkan secara resmi oleh Sinode HKI pada tahun 1990. Pada tahun 1994, jemaat sempat memperoleh izin warga untuk mendirikan rumah ibadah di Desa Ciwangi. Namun perjalanan itu berubah ketika pada tahun 2006 kegiatan ibadah harus dihentikan akibat tekanan dan penolakan dari kelompok tertentu.

Tidak berhenti di situ, upaya pembangunan rumah ibadah di kawasan Cimaung pada tahun 2007 kembali mengalami penolakan. Sejak saat itu, jemaat harus menjalani ibadah secara berpindah-pindah dari rumah jemaat, aula gereja lain, hingga tempat-tempat sederhana yang jauh dari kata layak. Meski demikian, jemaat tetap memilih jalan damai, menjaga kerukunan, membangun dialog, dan terus setia mempertahankan iman mereka.

Dalam perjuangan panjang itu, gereja-gereja di Purwakarta juga terus mendapat pendampingan dari tim advokasi hukum PGI yang hingga kini aktif mengawal persoalan kebebasan beribadah melalui advokasi hukum, komunikasi lintas pihak, dan penguatan hak-hak konstitusional warga negara.

Pertemuan ini akhirnya bukan hanya berbicara tentang pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga tentang hadirnya negara dalam menjamin keadilan dan kebebasan beragama bagi seluruh warga negara. Kampung Moderasi diharapkan menjadi simbol bahwa Indonesia tetap memiliki ruang bagi persaudaraan, toleransi, dan kehidupan bersama yang bermartabat di tengah keberagaman.

Bagi jemaat gereja-gereja di Purwakarta, harapan itu kini terasa semakin dekat. Setelah bertahun-tahun beribadah dalam keterbatasan, mereka akhirnya melihat secercah jawaban atas doa-doa panjang yang selama ini dinaikkan dengan kesetiaan dan pengharapan.

Tuhan Yesus Raja Gereja Memberkati.

Pewarta: Pdt. Suan DP. Siahaan, M.Th

Esthera Perfume by LovebyChessa: Temukan Aroma yang Mencerminkan Kepribadian Anda
Esthera Perfume by LovebyChessa: Temukan Aroma yang Mencerminkan Kepribadian Anda
Ribuan-Jemaat-Padati-Ibadah-Raya- Paskah-PWGSU-2026- Seruan-Hidup-Baru-Menggema-Generasi-Muda-Bangkit
Ribuan Jemaat Padati Ibadah Raya Paskah PWGSU 2026: Seruan Hidup Baru Menggema, Generasi Muda Bangkit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *