Duri, satucahayanusantara.com Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus memperkuat pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, menyusul temuan kasus penggunaan narkoba di tempat hiburan malam.
Bupati Bengkalis, Kasmarni, S.Sos., M.MP., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.
Berdasarkan laporan media SabangMerauke News tentang razia THM di Duri, aparat kepolisian menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, pada Minggu dini hari, 5 April 2026.
Dalam operasi tersebut, sebanyak tujuh orang pengunjung dinyatakan positif narkotika jenis ekstasi setelah menjalani pemeriksaan melalui tes urine di lokasi. (sabangmeraukenews.com)
Temuan serupa juga diberitakan media lain, di mana razia dilakukan secara menyeluruh di sejumlah THM dan melibatkan berbagai satuan di Polres Bengkalis, dengan hasil tujuh orang terindikasi positif narkotika. (RRI.co.id)
Temuan ini memperkuat indikasi adanya penyalahgunaan narkotika di ruang publik tertentu, khususnya di tempat hiburan malam yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Di bawah kepemimpinan Kasmarni, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan prioritas utama dalam menjaga stabilitas sosial. Upaya yang dilakukan meliputi penguatan pengawasan di wilayah rawan, peningkatan koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Aparat kepolisian melalui jajaran Polres Bengkalis juga menyatakan bahwa razia akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif dan penindakan. Operasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaring pengguna, tetapi juga menekan potensi peredaran serta mengidentifikasi jaringan yang terlibat.
Staf Perencanaan Kecamatan Mandau, Harry Nainggolan, M.I.Kom, menyampaikan bahwa penanganan narkotika memerlukan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh agama.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan tokoh agama sangat penting dalam memberikan edukasi moral dan spiritual kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkotika.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dan nilai keagamaan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam pencegahan jangka panjang.
Secara objektif, temuan ini menunjukkan bahwa wilayah Duri memiliki tingkat kerentanan terhadap penyalahgunaan narkotika, terutama di titik-titik tertentu seperti tempat hiburan malam. Namun demikian, penilaian kondisi tetap harus berbasis data resmi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persepsi yang berlebihan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah bersama aparat mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhi narkotika, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta berperan aktif dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan.
Kasus tujuh pengunjung yang dinyatakan positif ekstasi ini menjadi fakta penting yang perlu ditindaklanjuti secara serius melalui langkah terpadu antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.










