Gereja Ramai, Tetapi Murid Masih Sedikit
Ayat Renungan
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19)
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amin.
Bapak/Ibu, Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan,
Di banyak tempat, gereja semakin ramai.
Ibadah berlangsung dengan baik.
Berbagai kegiatan gerejawi terus dilaksanakan.
Lembaga kategorial berjalan secara rutin.
Persekutuan, seminar, konser rohani, dan berbagai program pelayanan semakin banyak diselenggarakan.
Namun di tengah berbagai aktivitas tersebut, muncul sebuah pertanyaan penting:
Apakah gereja yang ramai juga menghasilkan murid Kristus yang dewasa?
Tidak sedikit jemaat hadir setiap minggu hanya untuk mengikuti rutinitas ibadah.
Sebagian datang untuk mendengar firman, tetapi tidak melanjutkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ada pula yang aktif dalam kegiatan gereja, namun belum bertumbuh sebagai murid Kristus yang memuridkan orang lain.
Akibatnya, gereja bertambah ramai, tetapi jumlah murid yang sungguh-sungguh mengikut Yesus tidak bertambah secara seimbang.
Karena itu, gereja perlu kembali memahami panggilannya yang utama, yaitu menjadikan murid Kristus.
Pendalaman Alkitab
Sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung kepada para murid:
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Matius 28:19)
Perhatikan bahwa Yesus tidak berkata:
“Pergilah dan kumpulkan sebanyak mungkin orang.”
Ia juga tidak berkata:
“Pergilah dan buatlah kegiatan sebanyak mungkin.”
Sebaliknya, Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya.
Seorang murid bukan hanya pendengar firman.
Seorang murid adalah pribadi yang mengenal Kristus, mengikuti Kristus, menaati Kristus, dan membawa orang lain kepada Kristus.
Selain itu, dalam 2 Timotius 2:2 Rasul Paulus menulis:
“Apa yang telah engkau dengar daripadaku… percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai…”
Melalui ayat ini, Paulus menunjukkan bahwa pemuridan harus terus berlangsung dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Isi Renungan
Salah satu tantangan gereja masa kini adalah kecenderungan untuk lebih fokus pada kehadiran daripada pertumbuhan.
Kita sering menghitung jumlah peserta ibadah.
Kita senang melihat gedung penuh.
Kita bersukacita ketika banyak orang mengikuti kegiatan gereja.
Semua itu baik.
Namun pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah kehidupan jemaat semakin serupa dengan Kristus?
Pemuridan tidak terjadi hanya karena seseorang hadir dalam ibadah.
Pemuridan membutuhkan hubungan, keteladanan, pembelajaran, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Karena itu, tugas memuridkan bukan hanya tanggung jawab pendeta atau pelayan gereja.
Orang tua perlu memuridkan anak-anaknya.
Guru sekolah minggu perlu memuridkan peserta didiknya.
Pemimpin kategorial perlu membimbing anggotanya.
Sementara itu, setiap orang percaya juga dipanggil untuk menjadi teladan iman bagi orang-orang di sekitarnya.
Ketika pemuridan berjalan dengan baik, gereja tidak hanya menjadi ramai, tetapi juga menghasilkan murid yang bertumbuh, melayani, dan membawa dampak bagi dunia.
Aplikasi dalam Kehidupan
Hari ini marilah kita belajar:
- Menjadi murid Kristus yang sungguh-sungguh.
- Membaca dan merenungkan firman Tuhan secara teratur.
- Bertumbuh dalam doa dan kehidupan rohani.
- Menjadi teladan iman dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
- Membimbing orang lain untuk semakin mengenal Kristus.
- Mendukung budaya pemuridan dalam gereja.
Dengan demikian, gereja tidak hanya ramai oleh kehadiran jemaat, tetapi juga dipenuhi oleh murid-murid Kristus yang dewasa.
Doa
Tuhan Yesus yang penuh kasih,
Terima kasih karena Engkau memanggil kami menjadi murid-Mu.
Ampunilah kami jika selama ini lebih fokus pada aktivitas daripada pertumbuhan rohani.
Ajarlah kami untuk sungguh-sungguh mengikut Engkau.
Mampukan kami menjadi murid yang setia sekaligus memuridkan orang lain.
Biarlah gereja-Mu tidak hanya bertambah ramai, tetapi juga menghasilkan murid-murid yang dewasa, setia, dan berbuah bagi Kerajaan Allah.
Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa.
Amin.



