Renungan Pagi – 5 Mei 2026
“Menghargai Setiap Karya dan Pelayanan”
Ayat Renungan:
1 Korintus 15:58
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen
Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pekerjaan, pelayanan, maupun keluarga seringkali kita lebih cepat melihat kekurangan daripada menghargai usaha. Kita lupa bahwa di balik setiap tugas yang diselesaikan, ada waktu, tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan yang tidak terlihat.
Mengapresiasi bukan sekadar memberi pujian, tetapi mengakui nilai dari sebuah kerja dan pelayanan.
Setiap orang yang bekerja dan melayani:
- Berjuang dengan tanggung jawabnya
- Memberikan yang terbaik dari apa yang dimiliki
- Berusaha setia meskipun tidak selalu terlihat atau dihargai
Firman Tuhan mengingatkan bahwa jerih payah dalam Tuhan tidak pernah sia-sia. Namun sebagai sesama, kita dipanggil untuk menjadi alat Tuhan dalam:
- Memberi semangat
- Menguatkan yang lelah
- Menghargai yang setia
Sebuah ucapan sederhana seperti “terima kasih” atau “Tuhan memberkati pelayananmu” dapat menjadi kekuatan besar bagi seseorang untuk tetap bertahan dan melayani dengan sukacita.
Sebaliknya, kurangnya apresiasi dapat:
- Melemahkan semangat
- Menimbulkan kelelahan emosional
- Membuat seseorang merasa tidak dihargai
Karena itu, mari belajar untuk lebih peka dan lebih peduli. Jangan menunggu seseorang berhenti baru kita menyadari nilainya.
Harapan:
Mengapresiasi adalah bentuk kasih yang sederhana, tetapi berdampak besar—menguatkan, menghidupkan, dan memuliakan Tuhan melalui sesama.
Doa:
Tuhan, ajarku untuk memiliki hati yang peka dan penuh kasih.
Mampukan aku untuk menghargai setiap usaha dan pelayanan sesamaku.
Jadikan aku alat-Mu untuk menguatkan, bukan melemahkan.
Biarlah melalui kata-kata dan sikapku, orang lain merasakan kasih-Mu.
Amin.




