satucahayanusantara.com | Aceh Tenggara, 26 Mei 2026 – Momentum perayaan hari ulang tahun ke-76 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menjadi semakin bermakna dengan terbentuknya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Daerah (PGID) Aceh Tenggara. Kelahiran PGID ini menjadi “kado istimewa” yang menandai semakin luasnya persekutuan gereja-gereja di Indonesia dalam semangat oikoumene.
Kegiatan pembentukan dan pelantikan Majelis Pekerja Harian (MPH) PGID Aceh Tenggara dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di HKI Lawe Desky. Persidangan dipimpin langsung oleh pimpinan PGIW Aceh, yaitu Pdt. Supardi Silitonga, M.Th selaku Ketua Umum, Hasrat Lase, S.Pd selaku Sekum PGIW Aceh dan Mardin Laoly, M.Pd selaku Bendum PGIW Aceh.
PGID Aceh Tenggara terbentuk dari sembilan sinode anggota PGI yang berdomisili di wilayah tersebut, yakni HKBP, HKI, GKPI, GBKP, GMI, GBI, GSJA, GTDI, dan BNKP.
Persidangan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Tua Marpaung, M.Th. Suasana persidangan berlangsung dengan penuh hikmat, kebersamaan, dan semangat persatuan antar gereja.

Dalam sidang tersebut, terpilih susunan MPH PGID Aceh Tenggara sebagai berikut:
- Ketua Umum: Pdt. Tua Marpaung, M.Th (HKBP)
- Sekretaris Umum: Pdt. Samuel Piere Panggabean, S.Th (HKI)
- Bendahara Umum: Ernita br. Pasaribu (GMI)

Pelantikan MPH PGID Aceh Tenggara turut dihadiri oleh unsur pemerintah dan legislatif, antara lain Baginda Marulitua Sirait,SE dari Bimas Kristen Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara, serta Arnold Napitupulu, SH.
baca juga: Turnamen Futsal BKGD Dumai 2026: Mempererat Persaudaraan Gereja dalam Sportivitas
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan ibadah pelantikan yang berlangsung khidmat. Bertindak sebagai liturgis (paragenda) Pdt. Kristison Manullang, S.Th sementara firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Bikwai Simanjuntak, M.Th. Dalam ibadah penutup tersebut, PPr HKI Lawe Desky turut mempersembahkan pujian koor yang dipimpin oleh Biv. Lamria br. Simanungkalit.
Pembentukan PGID Aceh Tenggara diharapkan menjadi wadah strategis dalam memperkuat persekutuan, kesaksian, dan pelayanan gereja-gereja di wilayah Aceh Tenggara, sekaligus mempertegas kehadiran gereja yang bersatu, relevan, dan berdampak bagi masyarakat luas. Pewarta: Pdt. Samuel Panggabean, S.Th – Sekum PGID Aceh Tenggara









