Renungan Pagi – 1 Mei 2026
Tetap Mengampuni, Tetap Melangkah
Bacaan Utama:
Roma 12:19
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah…”
Kiranya Damai Sejahtera Allah Bapa, itulah yang melampaui segala akal pikiran kita dalam memahami Firman-Nya. Amen
Ada masa dalam hidup ketika kita ditipu berulang kali, disakiti berulang kali, bahkan oleh orang yang sama. Luka itu nyata, kekecewaan itu dalam, dan secara manusiawi kita ingin membalas atau setidaknya melihat keadilan terjadi secepatnya.
Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan: pembalasan bukan bagian kita.
Mengampuni bukan berarti kita lemah. Mengampuni adalah keputusan iman—percaya bahwa Tuhan melihat, Tuhan tahu, dan Tuhan bertindak pada waktu-Nya. Ada saatnya orang yang berbuat salah akan menyadari perbuatannya. Ada saatnya Tuhan sendiri yang menyatakan keadilan-Nya.
Dalam pergumulan seperti ini, ada dua pilihan: Terjebak dalam luka dan berhenti melangkah Atau tetap berjalan dalam panggilan hidup kita
Renungan ini mengajak kita memilih yang kedua: tetap melakukan pekerjaan seperti biasa, tetap setia, dan tidak membiarkan perlakuan orang lain mengganggu tujuan hidup kita.
Sikap ini bukan mudah. Dibutuhkan kekuatan dari Tuhan untuk: Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, Tidak larut dalam sakit hati, Tetap fokus pada panggilan dan tanggung jawab
Yesus sendiri memberi teladan. Di tengah pengkhianatan, penolakan, dan penderitaan, Ia tetap berjalan dalam rencana Allah. Ia tidak berhenti karena disakiti, tetapi tetap setia sampai akhir.
Pesan Utama:
Mengampuni bukan berarti kalah, tetapi percaya bahwa Tuhan yang akan membela. Tetaplah melangkah, karena hidupmu dipimpin oleh Tuhan, bukan oleh perlakuan manusia.
Doa:
Tuhan, Engkau tahu setiap luka dan kekecewaan yang aku rasakan. Ajarku untuk mengampuni dengan tulus, dan percaya bahwa Engkau adalah Hakim yang adil. Kuatkan aku untuk tetap melangkah, tetap setia, dan tidak terganggu oleh perlakuan orang lain. Biarlah hidupku tetap berkenan di hadapan-Mu. Amin.




