satucahayanusantara.com | Medan, 27 Maret 2026 — Di tengah kegiatan pelaksanaan Sinode ke-65 Huria Kristen Indonesia (HKI), terselip sebuah momen sederhana namun sarat makna yang menarik perhatian banyak peserta. Pimpinan tertinggi HKI, Pdt. Firman Sibarani, terlihat duduk di lantai dan makan bersama para peserta sinode tanpa sekat.
Momen tersebut terjadi di sela-sela kegiatan sinode di Hotel Danau Toba Internasional Medan, ketika para peserta berkumpul untuk menikmati hidangan bersama. Tanpa protokoler khusus atau jarak yang membatasi, Ephorus HKI Pdt. Firman Sibarani memilih untuk bergabung secara langsung dengan para peserta, mencerminkan nilai kesederhanaan dan kebersamaan yang kuat.
Tindakan ini menjadi simbol nyata dari kepemimpinan yang melayani (servant leadership), di mana seorang pemimpin tidak hanya hadir sebagai pengambil keputusan, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang ia layani. Oleh karena itu, kehadiran beliau di tengah peserta, dalam suasana yang egaliter, menghadirkan kehangatan dan kedekatan yang dirasakan langsung oleh para utusan sinode.
Beberapa peserta menyampaikan bahwa momen tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Bukan hanya karena kedekatan fisik, tetapi juga karena pesan moral yang disampaikan secara nyata: bahwa kepemimpinan dalam gereja berakar pada kerendahan hati, kebersamaan, dan pelayanan. Sementara itu, dalam konteks persidangan gerejawi yang sering kali dipenuhi agenda strategis dan dinamika organisasi, peristiwa sederhana ini justru menjadi pengingat akan esensi gereja sebagai persekutuan umat Tuhan yang setara.
Sinode ke-65 HKI sendiri menjadi ajang penting dalam merumuskan arah pelayanan gereja ke depan. Namun di balik berbagai keputusan besar yang dihasilkan, momen kebersamaan seperti ini menjadi nilai yang tak kalah penting membangun rasa persaudaraan, mempererat relasi, dan meneguhkan identitas gereja yang inklusif.
Peristiwa ini pun menjadi refleksi bahwa kepemimpinan gereja yang kuat bukan hanya diukur dari kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari keteladanan hidup yang ditunjukkan.









